Sujud Sahwi
Sahwi dalam bahasa artinya lupa atau lalai, dan dalam ilmu
fiqih adalah lupa sesuatu di dalam sholat. Sujud sahwi ialah dua sujud yang
dilakukan sesudah tasyahhud akhir sebelum salam dan hukumnya sunnah muakkadah
bagi yang meninggalkan suatu perintah atau mengerjakan suatu yang terlarang
didalam shalat. Hal ini dikerjakan untuk menutup kecacatan dalam pelaksanaan
sholat karena lupa.
Dari Abu Said Al-khudry sesungguhnya Rasulallah saw
bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian ragu di dalam sholatnya
sehingga ia tak tahu lagi apakah ia sudah melakukan shalat sebanyak tiga
raka’at atau empat raka’at, hendaklah dibuangnya keraguan itu dan mengambil
yang ia yakini, kemudian hendaknya ia sujud sebanyak dua kali sebelum melakukan
salam. Sekiranya ia telah melakukan shalat 5 Raka’at, berarti shalatnya telah
digenapkan dengan Sujud sahwinya itu. Dan sekiranya ia shalat tepat empat
raka’at, dua sujud itu menghinakan bagi setan.” (HR. Muslim).
Meninggalkan sesuatu didalam shalat ada 3 macam:
Meninggalkan rukun shalat
meninggalkan sunnah ab’adh
meninggalkan sunnah haiat
1- Meninggalkan Rukun Shalat
Rukun didalam shalat jika ditinggalkan oleh seseorang dengan
sengaja maka hukumya batal shalatnya seketika itu juga, karena tartib dalam
rukun shalat wajib.
Apabila seseorang meninggalkan salah satu rukun sholat
secara tidak sengaja, dan ia belum kembali mengerjakan rukun yang sama di
raka’at berikutnya (belum membaca al-Fatihah setelah bangun dari sujud di
raka’at berikutnya), maka ia wajib kembali kepada rukun yang ditinggalkan dan
disunahkan sujud sahwi
Apabila seseorang meninggalkan salah satu rukun sholat
secara tidak sengaja, dan ingat setelah berada pada raka’at berikutnya (sudah
membaca al-Fatihah setelah bangun dari sujud di raka’at berikutnya), maka wajib
meneruskan shalatnya dengan membawa rukun yang dilupai dan disunnahkan sujud
sahwi
Rukun shalat seperti lupa satu raka’at jika ditinggalkan
setelah selesai atau keluar dari shalat kemudian ingat dan belum lama waktunya
maka ia harus menambah satu raka’at yang dilupakan dan disunnahkan bersujud
sahwi.
Rukun shalat seperti lupa satu raka’at jika ditinggalkan
setelah selesai atau keluar dari shalat kemudian ingat tapi sudah lama waktunya
maka ia harus mengulangi kembali shalatnya.
Dari Abdullah bin Buhainah Al-Asadi, sesungguhnya Rasulullah
saw pernah melaksanakan shalat dzuhur namun tidak melakukan duduk (tasyahud
awal). Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali, dan
beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan
seperti ini sebelum salam. Maka orang-orang mengikuti sujud bersama beliau
sebagai ganti yang terlupa dari duduk (tasyahud awal).” (HR Bukhari Muslim)
2- Meninggalkan Sunnah Ab’adh
a) Jika seseorang
meninggalkan sunnah ab’adh seperti lupa melakukan qunut diwaktu shalat subuh
sebelum sujud dan ia belum melakukan sujud maka sunnah ia kembali melakukan
qunut dan bersujud sahwi.
b) Jika seseorang
lupa melakukan qunut setelah melakukan sujud maka tidak wajib kembali melakukan
qunut, tapi cukup diganti dengan sujud sahwi
Do’a sujud sahwi:
سُبْحَانَ مَن لاَيَنَامُ وَلايَسْهُو
Artinya: Maha Suci yang tidak tidur dan tidak lupa
3- Meninggalkan Sunnah Haiat
Jika seseorang meninggalkan sunnah haiat (lihat pelajaran
sunah haiat dalam shalat) didalam shalat dengan sengaja atau lupa maka tidak
dianjurkan kembali melakukanya dan tidak sunah sujud sahwi.
Mengerjakan yang terlarang dalam shalat
a) jika yang
terlarang itu sesuatu pekerjaan yang tidak membatalkan shalat seperti menengok,
senyum dll maka tidak sunnah bersujud sahwi
b) jika yang
terlarang itu sesuatu yang membatalkan shalat seperti melebihi raka’at shalat
dan dilakukanya dengan tidak sengaja maka disunnahkan bersujud sahwi dan jika
dilakukannya dengan sengaja maka shalatnya batal.
c) Jika seseorang
ragu dalam shalat apakah yang dilakukanya 3 raka’at atau 4 raka’at maka ia
harus bersender kapada raka’at yang diyakininya
Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata: Pernah Rasulallah saw
shalat dzuhur lima raka’at. Beliau ditanya: ”Apakah kamu melebihi shalat?”
Rasulallah saw bersabda: ”apa yang aku lebihi?” Sahabat berkata: ”kamu shalat
lima raka’at.” Maka beliau sujud dua kali (HR Bukhari Muslim)
Sujud Tilawah
Sujud tilawah hukumnya sunah bagi pembaca atau pendengar
Al-Qur’an jika sampai kepada salah satu dari 15 surat sajadah (tersebut di
bawah) di dalam shalat atau diluarnya. Cara dan syaratnya sama dengan sujud di
waktu shalat yaitu niat, bertakbir sewaktu ingin sujud kemudian bersujud satu
kali sujud, berdoa sewaktu sujud, bangun dari sujud lalu salam.
Caranya sujud tilawah di dalam shalat, begitu selesai
membaca ayat sajadah, kita disunnahkan untuk langsung sujud, tanpa ruku’ atau
i’tidal. Sujudnya hanya sekali dan langsung berdiri kembali untuk meneruskan
bacaannya dalam shalat. Jika di luar shalat cukup dilakukan dengan takbir
diwaktu sujud dan takbir bangun dari sujud lalu salam.
Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: “Pernah Rasulullah saw
membacakan Al-Qur’an kepada kami, apabila ia melewati ayat sajadah ia takbir
dan sujud, dan kami pun sujud bersamanya.” (HR Bukhari Muslim kecuali lafadh
takbir bukan riwayat mereka)
Disunahkan sewaktu sujud membaca do’a:
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ
وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Artinya: Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang
Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah
Sebaik-baik Pencipta.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai’, al-Hakim dari
Aisyah ra)
Ada 14 surat dalam Al-Qur’an yang disunahkan bersujud
tilawah
Surat al-A’raf ayat 206 { يُسَبِّحُوْنَهُ وَ لَهُ يَسْجُدُوْنَ }
Surat ar-Ra’du ayat 15
{ بِالْغُدُوِّ وَ الآصَالِ }
Surat an-Nahlu ayat 50 { وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُون }
Surat al-Isra’ ayat 109 { وَ يَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا }
Surat Maryam ayat 58
{ خَرُّوا سُجَّدًا وَ بُكِيًّا }
Surat al-Haj ayat 77 { وَ اْفعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ }
Surat al-Furqan ayat 60 { وَ زَادَهُمْ نُفُوْرًا
}
Surat an-Namlu ayat 26
{ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ }
Surat al-Sajadah ayat 15
{ وَ هُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُون }
Surat Fussilat ayat 38 { وَ هُمْ لاَ يَسْئَمُون
}
Surat an-Najmi ayat 62 { فَاسْجُدُوْا للهَ وَ اعْبُدُوْا }
Surat al-Insyiqaq ayat 21 { وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهُمُ اْلقُرآنَ لاَ يَسْجُدُون }
Surat al-alaq ayat 19 { وَاسْجُدْ وَ اقْتَرِبْ
}
Surat al-Hajj ayat 18 { إنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ }
Dari Amr bin Ash ra, bahwa Rasulullah saw telah mengajarkan
kepadanya akan lima belas ayat sajdah dalam Al-Qur’an diantaranya, tiga ayat
pada surat yang pendek dan dalam surat Al-Hajj ada dua sajdah. (HR. Abu Daud, al-Hakim dengan isnad baik)
Adapun yang satu ayat lagi dalam surat shad ayat 24 yaitu:
adalah ayat sujud syukur bukan sujud tilawah.
Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dari Said Al-Khudzri
ra, ia berkata: “Suatu hari Rasulallah saw berkhutbah, dan membaca surat shad
(dalam khutbahnya), ketika melewati ayat sajadah, kami semuanya turun sujud.
Beliau melihat kami (sujud) lalu berkata: sesungguhnya ia (ayat tersebut)
adalah taubatnya seorang Nabi, akan tetapi kamu telah siap untuk sujud, maka
kamu turun dan sujud (HR Abu Dawud dengan isnad shahih)
Sujud Syukur
Sujud syukur ialah sujud yang dilakukan sewaktu mendapatkan
suatu nikmat atau terhidar dari mala petaka. Syaratnya sama dengan sujud
tilawah dan hukumnya sunah
sebagaimana hadits dari Abu Bakar ra mengatakan: Rasulallah
saw jika datang kepadanya sesuatu yang menggembirakan ia bersujud tanda syukur
kepada Allah (Hadist Hasan Abu Dawud).
No comments:
Post a Comment